Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 60 ribu orang, berbeda dengan Tingkat Penggangguran Terbuka (TPT) yang turun menjadi 4,99 persen pada Februari 2020. TPT merupakan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja. TPT Februari 2019 sebesar 5,01 persen turun menjadi 4,99 persen pada Februari 2020. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar 5 orang penganggur. "Tingkat Penggangguran Terbuka pada Februari 2020 sangat flat, menurun tipis dari 5,01 persen menjadi 4,99 persen," ujar Suhariyanto melalui Video Conference di Jakarta, Selasa (5/5/2020).
Dilihat dari tingkat pendidikan, Tingkat Penggangguran Terbuka lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih yang paling tinggi diantara tingkat pendidikan lain, yaitu sebesar 8,49 persen. Penduduk yang bekerja sebanyak 131,03 juta orang, bertambah 1,67 juta orang dari Februari 2019.
Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan persentase terutama Jasa Pendidikan (0,24 persen poin), Konstruksi (0,19 persen poin), dan Jasa Kesehatan (0,13 persen poin). Sementara lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terutama pada Pertanian (0,42 persen poin), Perdagangan (0,29 persen poin), dan Jasa Lainnya (0,21 persen poin). "Sebanyak 74,04 juta orang atau sekitar 56,50 persen) bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir (Februari 2019–Februari 2020), persentase pekerja formal meningkat sebesar 0,77 persen poin," jelas Suhariyanto.
Sumber :

No comments:
Post a Comment